Pages

Subscribe:
Showing posts with label morning sickness. Show all posts
Showing posts with label morning sickness. Show all posts

Monday, December 31, 2012

Bahaya Dehidrasi Saat Hamil

dehidrasi pada ibu hamil

Kehamilan merupakan masa paling rentannya para wanita, karena pada saat itu wanita dituntut untuk ekstra hati-hati jika tak ingin terjadi apa-apa bagi dirinya dan sang buah hati. Seperti yang pernah dibahas sebelumnya bahwa morning sickness atau mual dan muntah pada wanita yang sedang hamil muda adalah hal yang wajar, namun itu menjadi tidak wajar jika wanita mengalami morning sickness parah.

Kehamilan memang merupakan sebuah anugrah dan juga sebuah momok yang mengelayuti pikiran mayoritas kaum hawa di dunia ini. saat wanita mengalami morning sickness parah, maka hal itu menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi. Dan itu merupakan sebuah pertanda buruk bagi kesehatan anda dan bayi anda, bisa-bisa bayi anda akan terlahir prematur.

3 Resiko Dehidrasi Yang Terjadi Pada Ibu Hamil 


Ada beberapa resiko yang ditimbulkan jika sang ibu hamil mengalami dehidrasi selama kehamilannya. Perpustakaan Kesehatan akan membeberkan tiga resiko kesehatan akibat dehidrasi selama masa kehamilan:

  1. Kelahiran Prematur
    Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 81.000 wanita yang menyatakan jika rasa mual dan muntah diawal kehamilan mereka berakibat dehidrasi berat. Hal itu jelas saja mengganggu masa kehamilan mereka dan menurut survey yang diperoleh Perpustakaan Kesehatan menyatakan bahwa lebih dari 23 persen wanita yang mengalami kelahiran prematur, yakni kelahiran yang terjadi kurang dari 34 minggu masa kehamilan. Alasannya, dehidrasi adalah salah satu faktor terjadinya gizi buruk dimana badan mengalami penurunan berat badan saat masa kehamilan.
  2. Gangguan Psikologis Anak
    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari ibu yang mengalami dehidrasi saat hamil 3,5 kali lebih mungkin mengembangkan masalah prilaku maupun emosional. Seperti merasa cemas yang berlebih, depresi atau gangguan bipolar saat dewasa nanti. Hal itu jauh dibanding dengan anak dari ibu yang bisa mampu mengendalikan kondisi kesehatannya pada masa kehamilan.
  3. Gangguan Otak
    Seorang wanita hamil di India mengalami gangguan otak akibat muntah-muntah selama tiga bulan yang mengakibatkan dehidrasi dan berat badan menurun. Menurut sebuah laporan menyatakan bahwa wanita tersebut mengalami penglihatan dan ia juga mempunyai masalah keseimbangan saat berjalan. Setelah menjalani serangkaian tes scan, dokter menyimpulkan bahwa wanita itu mengalami perubahan pada otak secara konsisten. 
Untuk mengantisipasi masalah kesehatan ini, wanita hamil dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jika dalam keadaan normal, tubuh manusia membutuhkan 8-9 gelas perhari. Namun bagi seorang wanita yang sedang hamil dianjurkan minum 10 gelas perhari, sedangkan untuk ibu menyusui disarankan untuk minum 3 liter atau 12,5 gelas perhari.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Saturday, December 29, 2012

Morning Sickness Parah Dapat Membuat Bayi Lahir Prematur

morning sickness yang dialami ibu hamil

Kehamilan merupakan hal yang paling diidam-idamkan oleh semua orang terutama bagi pasangan yang ingin segera memiliki momongan. Seorang wanita yang sedang mengandung dianjurkan pandai-pandai merawat kehamilannya karena jika sang ibu kurang mendapat pengetahuan tentang kehamilan maka dikhawatirkan akan membuat sang anak terlahir cacat maupun premature. Bagi sebagian wanita, Morning Sickness merupakan sebuah indikator kondisi kehamilan yang sangat serius dikemudian hari, termasuk kelahiran prematur. Dengan demikian, para wanita yang sedang hamil muda dianjurkan untuk mengelola dengan baik kondisi kesehatan saat mengalami mual muntah parah.

Perpustakaan Kesehatan menyatakan bahwa lebih dari 23 persen wanita yang mengalami morning sickness parah saat hamil muda akan mengalami kelahiran premature. Kondisi yang demikian mengganggu sang jabang bayi untuk bisa hidup normal di dalam kandungan, sehigga membuat sang bayi lahir belum pada saatnya. Sekitar lebih dari 31 persen wanita yang memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan atau preeklamsia tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya jika dibandingkan dengan wanita yang mengalami morning sickness. Selain dikhawatirkan lahir prematur, morning sickness juga memiliki kemungkinan berat badan yang menurun saat masa kehamilan, dan hai itu juga berimbas kepada berat badan sang bayi.

Penelitian Terkait Morning Sickness 


Sekitar 50 s/d 60 persen dalam masa kehamilan mereka, para wanita hamil diketahui pernah mengalami beberapa jenis morning sickness dan hanya sekitar 1 persen yang mengalami morning sickness parah yang biasa dikenal dengan Hiperenesis Gravidarum. Jika para wanita hamil mengalami hiperenesis gravidarum maka dapat dipastikan mengalami kekurangan gizi.

Dr. Gary Stanziano beserta rekannya melakukan sebuah penelitian dengan mengandalkan informasi yang ia dapatkan dari 81.486 wanita hamil dari tahun 2004 dan 2011. Setelah melahirkan, wanita-wanita tersebut diberikan pertanyaan mengenai mual-mual yang mereka alami selama masa kehamilan mereka beserta dampak yang mereka rasakan terhadap rutinitas sehari-hari. Dari hasil penelitian itu, didapat sekitar 5.200 bumil atau 6,4 persen dari semua peserta melaporkan mengalami mual dan muntah dan hal itu mempengaruhi kehidupan mereka. Sekitar 1.800 wanita mengatakan tidak membutuhkan intervensi. Sedangkan 3.300 bumil mengalami dehidrasi serta membutuhkan perawatan farmakologis.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»