Pages

Subscribe:
Showing posts with label diabetes. Show all posts
Showing posts with label diabetes. Show all posts

Wednesday, February 6, 2013

Bahaya Minum Soda Diet

soda diet yang berbahaya

Diabetes melitus merupakan penyakit yang membahayakan dan patut dicegah. Di Indonesia, penyakit ini lebih umum disebut dengan penyakit kencing manis. Ternyata salah satu pemicu dari penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula dalam darah ini adalah pemanis buatan yang terdapat dalam minuman bersoda. Penelitian mengungkapkan bahwa jika meminum soda diet dapat meningkatkan resiko terserang diabetes militus tipe 2.

Memang diketahui jika pemanis buatan merupakan zat yang paling bahaya dimana bahan pemanis tersebut bisa saja mengandung manis yang jumlahnya beberapa kali lipat dari kadar kemanisan gula biasa. Hal ini tentu bahaya apabila dikonsumsi dalam jangkawaktu yang terlalu sering. Peneliti yang ditemui oleh Perpustakaan Kesehatan dari National Institute of Health and Medical Research mengatakan bahwa kebanyakan orang berpikir bahwa soda diet adalah minuman yang lebih menyehatkan, namun pada kenyataannya di dalam minuman tersebut terdapat zat yang sama bahayanya dengan soda biasa.

Hasil Penelitian Dari Bahaya Soda Diet 


Penelitian yang dilakukan ini menyarankan agar kita lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu dan lebih selektif memilih makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh agar tidak sampai terserang bahaya penyakit setaraf diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66.000 wanita Prancis yang diawasi pola makan dan kebiasaan mereka minum soda diet selama 14 tahun, kebanyakan dari mereka terserang diabetes melitus dikarenakan minum soda diet. Di samping itu, penelitian yang dikepalai oleh Francoise Clavel-Chapelon dan Guy Fagherazzi ini juga membedakan efek jenis soda diet dan jus buah tanpa pemanis dan hasilnya memang menyatakan bahwa meminum jus buah lebih menyehatkan.

Zat yang berbahaya dalam soda diet yang sampai mengakibatkan resiko diabetes melitus tipe 2 adalah aspartame, pemanis buatan yang kerap digunakan dalam soda diet. Efeknya tentu dapat menaikkan glukosa dan kadar insulin sehingga resiko diabetes tipe 2 tak bisa terelakkan ada pada orang yang mengonsumsinya. Maka dari itu, peneliti menyarankan agar konsumsi soda dihentikan dan jangan mudah tertipu “kata diet” lantaran efeknya masih buruk pada tubuh kita.

Perpustakaan Kesehatan

readmore »»  

Tuesday, January 22, 2013

Kegunaan Tempe Bagi Kesehatan

kandungan gizi pada tempe

Tempe memang tidak terelakkan bagi masyarakat Indonesia menjadi salah satu makanan tradisional yang digemari. Memang beberapa orang masih meragu tentang kualitas tempe, ada beberapa lapisan masyarakat yang tidak mau menjadikan tempe sebagai menu utama dalam sebuah jamuan makan, terlebih apabila dalam jamuan makan tersebut ada tamu istimewanya. Namun yang perlu anda ketahui adalah kebanyakan orang luar negeri malah mengidolakan tempe sebagai salah satu makanan favorit mereka karena kandungan gizi yang ada di dalamnya memang lumayan tinggi.

Tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama dalam hal protein karena bahan dasar pembuatannya adalah kacang kedelai. Kandungan karbohidrat, protein, dan lemak sehat ini juga mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Kelebihan lain tempe adalah baik dikonsumsi oleh segala usia dan jenis kelamin. Tua muda, pria wanita,anak-anak dan dewasa semua menyukai bahkan dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang satu ini. Bagi anak-anak, tempe berperan untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh pada orang dewasa.

Tempe Sehat Untuk Jantung 


Tempe yang kaya akan protein kedelai memang beberapa tahun terakhir menjadi ikon baru dalam menjaga kesehatan jantung. Lewat penelitian yang dipantau oleh Perpustakaan Kesehatan juga menyatakan bahwa kandungan protein di dalamnya dapat menurunkan kolesterol jahat dengan prosentasi sebesar 30-45 persen. Memang tidak dipungkiri jika kolesterol jahat merupakan faktor penyebab tersumbatnya pembuluh darah yang memicu serangan jantung dan stroke.

Tempe Dapat Mengendalikan Gula Darah 


Selain tempe adalah makanan yang menyehatkan jantung, tempe juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena kandungan gizi di dalamnya mampu mencegah naiknya kadar gula dalam darah. Penderita diabetes biasanya lebih besar memiliki resiko aterosklerosis yang erat kaitannya dengan penyakit jantung sehingga kadar kolesterol darah tetap terjaga.

Tempe Dapat Mencegah Kanker 


Selain kedua fungsi di atas, kandungan gizi dalam tempe juga dapat memperbaiki kinerja saluran cerna dan mengikat racun dan kolesterol pemicu kanker dan membuangnya dari tubuh. Kandungan serat yang dapat membuang racun itu diketahui dapat mencegah kanker prostat, payudaran, serta penuaan dini karena kandungan genestein dan phytoestrogen yang ada di dalamnya.

 Perpustakaan Kesehatan

readmore »»  

Sunday, January 13, 2013

Olahraga Yang Ideal Untuk Penderita Diabetes

Olahraga Yang Ideal Untuk Penderita Diabetes


Diabetes adalah penyakit yang paling populer dikalangan masyarakat yang disebabkan oleh makanan. Penyakit ini sukar dikendalikan jika pola makan kurang sehat terus dilakukan bahkan bisa menjadi penyakit turun menurun. Diabetes merupakan penyakit yang diakibatkan meningkatnya kadar gula dalam darah karena hormone insulin tidak ada atau ada tapi tidak mampu mengubah glukosa dalam darah ke dalam sel. Sehingga dalam darah terjadi penumpukan glukosa. Gejala diabetes yang sering ditemui adalah keinginan untuk minum secara terus-menerus, menurunnya berat badan. Dan volume buang air kecil yang lebih sering.

Salah satu cara meningkatkan efisiensi insulin maka dianjurkan untuk olahraga. Karena salah satu bagian pola hidup sehat dan bugar adalah olahraga yang dilakukan secara konsisten. Sehingga olahraga menjadi salah satu cara terapi kesehatan bagi penderita diabetes. Hal yang perlu diperhatikan sebelum berolahraga sebaiknya memakai sepatu yang nyaman. Karena hal ini untuk melindungi kaki anda dari benda tajam yang dapat membuat kaki terluka. Kadar glukosa darah yang tinggi pada penderita penyakit diabetes dapat membuat berkumpulnya virus dan bakteri yang mengakibatkan luka susah untuk disembuhkan bahkan kerap terjadi pilihan untuk diamputasi dalam kasus seperti ini

Jenis Olah Raga Yang Ideal Untuk Penderita Diabetes 


Jenis olahraga ideal untuk penderita diabetes versi Perpustakaan Kesehatan, antara lain :

1. Senam aerobik
2. Berjalan
3. Berenang
4. Bersepeda

Akan lebih baik jika anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Karena kondisi masing-masing penderita diabetes tidaklah sama.Olah raga dapat meningkatkan metabolisme sel untuk menyerap dan menyimpan glukosa darah. Sehingga tidak menimbulkan penumpukan glukosa dalam darah. Sirkulasi darah akan menjadi lancar selain itu olahraga akan mengurangi strees yang menjadi pemicu meningkatnya glukosa dalam darah.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Memilih Buah Yang Cocok Untuk Penderita Diabetes

Buah Yang Cocok Untuk Penderita Diabetes


Diabetes mungkin sudah dikenal sebagai salah satu penyakit membahayakan oleh kita. Kali ini Perpustakaan Kesehatan mencoba memberi tips memilih buah bagi penderita diabetes. Buah merupakan salah satu konsumsi yang diperlukan bagi penderita Diabetes karena ada banyak makanan yang menjadi pantangan dan ditakutkan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Bahkan untuk nasi pun jangan sampai menakarnya sembarangan karena dalam nasi terdapat kandungan gula yang bisa menjadi pemicu meningkatnya kadar gula dalam darah. Selain nasi, semua makanan dengan rasa yang manis tentu menjadi pantangan tersendiri. Untuk penderita diabetes makanan manis sangatlah berbahaya.

Sebetulnya yang harus dilakukan bukan persoalan makan apa tapi bagaimana memulai hidup sehat untuk kembali menyehatkan tubuh. Beberapa pola makan yang sehat dapat dilakukan dengan salah satunya adalah dengan memperbanyak makan sayur dan buah. Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang adalah salah satu cara untuk hidup sehat. Konsumsi karbohidrat, sayur, buah, sumber protein dan air yang cukup akan menunjang tubuh untuk melakukan metabolisme seoptimal mungkin.

Jika buah-buahan sangat menyehatkan bagi si tubuh normal, berbeda dengan si diabetes. Buah bisa menjadi pencetus tingginya kadar gula dalam darah. Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi yang menyebabkan tubuhnya tidak dapat menyerap makanan dengan baik karena tidak bekerjanya insulin. Terutama dalam konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan buah-buahan yang mengandung gula.

Cara Memilih Buah Yang Cocok Untuk Penderita Diabetes 


Buah-buahan tentunya mengandung vitamin, mineral dan serat yang berbeda antara satu buah dengan buah yang lain. Memilih buah bagi penderita diabetes hendaknya yang mengandung glisemik rendah dan gulanya berupa fruktosa. Fruktosa memiliki kelebihan dapat dengan mudah diserap tubuh tetapi tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis. Fruktosa pun tidak memerlukan insulin dalam penyerapannya ke sel darah. Selain itu mengonsumsi buah yang mengandung glukosa pun tidak mengapa asalkan porsinya dalam jumlah kecil.

Hal ini yang menjadi acuan dalam memilih buah yang cocok untuk penderita diabetes. Adapun buah yang baik dikonsumsi penderita diabetes adalah semangka, pear, strawberry, plum, pepaya, jambu, kiwi, lemon, orange dan apel.

Dalam memilih buah yang cocok untuk penderita diabetes berarti harus mengetahui pula jenis buah yang hendaknya dihindari. Yaitu mangga, pisang, dan persik. Di samping itu sebaiknya mengonsumsi buah dalam keadaan segar, sebisa mungkin tidak dibuat jus agar serat masih dalam kondisi utuh dan memberi manfaat. Buah yang kaya serat aman bagi penderita diabetes karena mengandung glisemik rendah sehingga tidak menimbulkan lonjakan kadar gula darah. Serat akan menunda pengosongan pada lambung sehingga aliran ke usus kecil pun dapat ditunda pula. Hal ini akan memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah. Contoh buah dengan serat tinggi adalah apel, apricot, blueberry, kiwi, delima, strawberry, raspberry, dan alpukat.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Saturday, January 5, 2013

Mengenal Kandungan Gizi Buah Durian

kandungan gizi pada buah durian

Durian merupakan jenis buah yang didominasi kandungan karbohidrat, lemak dan protein. Selain itu, zat-zat lain seperti serat, kalsium, asam folat, magnesium, zinc dan zat besi juga terkandung di dalamnya. Durian memiliki kalori yang tinggi yaitu sekitar 147 kkal dalam setiap 100 gramnya. Sehingga, membuat banyak kalangan menyukainya dan menyarankan untuk menyantap durian tidak lebih dari 100 gram saja. Durian memiliki glukosa yang cukup bayak jumlahnya. Tetapi buah ini juga memiliki kandungan mangan yang dapat menjaga kadar gula menjadi stabil.

Selain itu, hal yang perlu diwaspadai dari buah yang beraroma khas ini adalah kandungan senyawa alkoholnya. Dianjurkan agar tidak memakan durian bersama makanan yang memiliki kandungan alkohol. Durian juga termasuk kategori makanan dengan indeks glikemik yang tinggi. Sehingga tidak boleh mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak apalagi mereka yang bermasalah dengan gula darah. Bagi mereka yang memiliki penyakit hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi disarankan agar menjauhi buah ini..

Manfaat Buah Durian Bagi Tubuh Manusia 


Di balik bahaya yang mengancam, sebenarnya jika dikonsumsi dalam porsi yang cukup, durian juga mengandung banyak khasiatnya bagi tubuh. Buah durian banyak memiliki serat sehinnga sangat baik untuk pencernaan. Selain itu, buah ini memiliki banyak potassium atau kalsium dan fosfor sehingga baik untuk kesehatan tulang dan persendian.

Buah durian juga banyak mengandung vitamin, salah satunya vitamin C sebagai antioksidan alami, vitamin B9 yang dikandungnya juga bisa mengatasi anemia, vitamin B1 untuk meningkatkan nafsu makan, vitamin B2 untuk mengatasi migren, vitamin B6 untuk mengurangi stres dan depresi. Nah, dengan banyaknya khasiat buah durian ini, maka tidak ada salahnya untuk menyantapnya di “musim durian”, asalkan mengonsumsi buah yang satu ini dalam porsi yang tidak berlebihan.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Wednesday, January 2, 2013

Mengenal Seputar Diet Detoks Bagi Remaja

penerapan diet detoks

Diet Detoks ini namanya memang terdengar meyakinkan. Semua orang tahu bahwa racun adalah sesuatu yang buruk bagi kita. Diet ini mendorong kita untuk memakan makanan alami dan melibatkan banyak air dan sayuran serta semua hal yang kita tahu adalah baik untuk kita. Kita seringkali mendengar tentang selebriti melakukan diet detoks, dan orang-orang yang masuk ke rehabilitasi obat atau alkohol dikatakan sebagai detoksifikasi. Seperti banyak diet lainnya, diet detoks dapat memiliki efek samping yang berbahaya, terutama bagi remaja.

Diet detoks bervariasi. Kebanyakan melibatkan beberapa versi cepat yaitu: makanan untuk beberapa hari dan kemudian secara bertahap memperkenalkan kembali makanan tertentu ke dalam diet. Banyak dari diet ini juga mendorong orang untuk memiliki irigasi kolon atau enema untuk”membersihkan”usus besar (mendorong enema keluar rektum dan usus besar menggunakan air). Metode lainya adalah merekomendasikan kita untuk memilih teh khusus atau suplemen untuk membantu ”proses pemurnian”.

Apa Yang Harus Anda Waspadai Untuk Diet Detoks? 


Diet detoks yang seharusnya untuk membantu ”membersihkan sistem” tetapi banyak orang berpikir bahwa mereka akan menurunkan berat badan jika mereka mencoba diet ini. Ini kebenarannya menurut tinjauan Perpustakaan Kesehatan:

  1. Diet detoks tidak direkomendasikan untuk remaja.
    Remaja normal membutuhkan banyak makanan penuh gizi, seperti cukup kalori dan protein untuk mendukung pertumbuhan yang cepat dan perkembangan. Untuk alasan ini, diet detoks dapat sangat berisiko bagi remaja. 
  2. Diet detoks tidak untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
    Diet ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes, jantung, atau kondisi medis yang kronis. Diet detoks juga harus dihindari jika Anda sedang dalam keadaan hamil atau memiliki gangguan makan. 
  3. Diet detoks bisa membuat ketagihan.
    Hal itu dikarenakan ada perasaan tertentu yang berasal dari tanpa melakukan makan atau dari memiliki enema. 
  4. Suplemen detoks dapat memiliki efek samping.
    Hal itu karena sebagian besar suplemen tersebut berupa obat pencahar. 
  5. Diet detoks tidak membantu orang dalam menurunkan lemak.
    Kebanyakan orang mendapatkan kembali berat badannya yang hilang secara segera setelah menyelesaikan program dietnya. 
  6. Diet detoks adalah untuk tujuan yang jangka pendek saja karena memiliki efek yang berbahaya. 
Perpustakaan Kesehatan 

readmore »»  

Tuesday, January 1, 2013

Kaitan Seputar Diabetes dan Kehamilan

hubungan antara diabetes dan kehamilan

Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot- otot dan jaringan lain untuk memasok energi.

Diabetes memiliki kaitan yang cukup erat dengan kehamilan. Pada kehamilan yang disertai diabetes dapat menyebabkan keguguran, kematian janin di dalam kandungan, atau janin terlalu besar atau terlalu kecil. Karena itu, wanita penderita diabetes yang hamil perlu dikontrol ahli penyakit dalam dan ahli kandungan, agar proses kelahiran anaknya dapat berlangsung dengan normal.

Kehamilan penderita diabetes tipe I yang tergantung insulin pun dapat berlangsung dengan baik di bawah pengawasan dokter. Karena itu, bila Anda ingin hamil tapi merasa khawatir karena adanya mitos bahwa penderita diabetes sebaiknya jangan hamil, konsultasilah dengan dokter Anda. Oleh karena itulah pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan umum yang menilai keadaan umum (sehat, tampak sakit, atau pucat), pengukuran tekanan darah, nadi pernapasan, suhu, dan kulit (pigmentasi, striae perut, sekitar puting susu) sangat diperlukan untuk bisa waspada dang mengatasi serta mengetahui lebih awal.

Diabetes Karena Kehamilan 


Diabetes karena kehamilan, seperti namanya ini hanya terjadi ketika masa hamil saja. Sekitar 95 persen tidak mengalaminya lagi ketika saat setelah melahirkan, namun perlu diwaspadai akan kemungkinan mengalami diabetes yang sesungguhnya di kemudian hari.

Penderita diabetes ketika hamil hanya mengalami gejala yang ringan dan tidak membahayakan bagi si ibu, tapi dapat menimbulkan masalah pada bayinya, terutama dalam bentuk hipoglikemia dan sindrom masalah pernapasan. Ibu hamil yang menderita diabetes lebih rentan terkena toksemia (keadaan menyebarnya racun dalam aliran darah) yang dapat membahayakan jiwa ibu dan anak. Kebanyakan kasus dapat ditangani dengan diet dan olahraga, meskipun ada juga yang sampai membutuhkan insulin. Oleh karena itu diabetes dapat menyebabkan gangguan komplikasi yang amat perlu untuk diperhatikan.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Sunday, December 30, 2012

Kegemukan Lebih Ganas Dari Kurang Gizi

obesitas sangat membahayakan jiwa manusia

Obesitas ternyata adalah sesuatu penyakit ganas yang bisa membunuh. Bahkan hampir semua Negara di dunia menganggap bahwa obesitas menjadi masalah yang cukup serius, dan dalam penelitian terbaru edisi khusus The Lancet menyatakan bahwa obesitas dapat menyebabkan kematian 3 kali lipat dibandingkan kekurangan gizi pertahunnya di seluruh dunia.

Fakta telah menunjukkan bahwa orang yang terlalu banyak makan lebih rentan terhadap kesehatan dari pada orang yang kurang makan. Dengan demikian bukan hanya gizi buruk akibat kurang makan yang menjadi masalah serius di suatu Negara, tetapi obesitas akibat kelebihan makan justru menjadi masalah 3 kali lipat lebih serius dari gizi buruk.

Obesitas disebut 3 kali lipat lebih berisiko dari kurang gizi karena jika seseorang mengalami obesitas maka derajat kesehatannya akan semakin menurun bahkan akan memburuk, ini disebabkan oleh adanya penyakit komplikasi yang sering timbul pada orang-orang yang mengalami obesitas, penyakit tersebut seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung dan yang paling mematikan lagi yaitu kanker. Maka dari itu masalah obesitas bukanlah masalah yang patut disepelekan.

Hingga saat ini obesitas mengalami peningkatan cukup signifikan, yang semula menduduki urutan ke 10 dari faktor risiko naik ke posisi ke 6, sama halnya dengan tekanan darah tinggi yang juga mengalami peningkatan dari urutan ke 4 menjadi urutan pertama sehingga hal tersebut merupakan penyumbang 9 juta kematian setiap tahunnya.

Rematik Lebih Rentan Menyerang Wanita Gemuk 


Orang yang terlihat gemuk bukan berarti orang tersebut sehat dan bebas dari penyakit, justru orang yang mempunyai berat badan berlebih akan lebih rentan dengan berbagai penyakit. Tidak hanya sekali para ahli kesehatan mengingatkan, tetapi telah berkali-kali menyatakan khususnya pada Perpustakaan Kesehatan bahwa kegemukan sangat berisiko terhadap penyakit yang mengancam jiwa seperti Jantung dan Kanker. 

Bukan hanya itu, dalam studi terbaru menyatakan bahwa wanita yang mempunyai berat badan berlebih alias gemuk risiko untuk mengidap penyakit rematik khususnya Rheumatoid Arthritis (RA) yang lebih tinggi. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang lebih sering di alami oleh seorang wanita dibandingkan pria. Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang mengakibatkan persendian kaku serta menimbulkan rasa nyeri yang sangat mengganggu kenyamanan beraktifitas.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Wednesday, December 26, 2012

Diet Bagi Si Penderita Diabetes


Diet adalah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Program diet yang dianjurkan adalah mengikuti diet rendah gula seumur hidup, sesuai dengan anjuran dokter atau ahli gizi. Dalam diet diabetes yang perlu diketahui adalah diet ini harus dapat memenuhi kebutuhan gula tubuh, tetapi tidak boleh berlebihan. Kunci diet diabetes adalah memilih karbohidrat yang aman. Semua karbohidrat halus (misalnya gula tepung halus, roti manis, biskuit, permen, sirop dan minuman ringan) harus dihindari dan diganti dengan makanan lengkap (yaitu buah, sayuran, kacang, biji, dan makanan lainnya yang belum diproses) yang efektif untuk memperbaiki resistensi insulin.

Sekali lagi, takaran karbohidrat yang menjadi sumber gula tubuh perlu diperhatikan, untuk menunjang kebutuhan energi yang separohnya diperoleh dari zat gula ini. Maka dengan kita memperhatikan itu, diet diabetes yang kita lakukan akan memperoleh hasil yang maksimal nantinya.

Mengetahui Pola Diet Diabetes 


Pola diet yang tepat untuk mengendalikan dan bahkan untuk mencegah agar tidak terkena diabetes adalah yang bertujuan menjaga agar berat badan tidak menjadi berlebihan. Adapun tips-tips yang disarankan oleh Perpustakaan Kesehatan mengenai pola diet ini antara lain:

  • Pangkaslah Kalorinya
    “Bagi banyak orang, begitu mereka memangkas asupan kalori makanannya, mereka langsung merasakan perubahan yang positif pada kadar gula darahnya” kata Linda M. Delehanty, ahli gizi dan peneliti diet Massachusettes General Hospital, Boston. 
  • Kurangi Lemak
    Makanan yang enak-enak dengan lemak tinggi sudah tentu dapat meningkatkan kadar kolesterol, yang selain membuat kerja insulin menjadi tidak efisien, juga mempertinggi risiko penyakit jantung.
  • Ucapkan Selamat Tinggal Pada Segala Sesuatu Yang Manis
    Jika anda harus makan makanan yang manis-manis, pastikan bahannya tidak seluruhnya terdiri dari gula pasir atau gula buah yang sederhana. Kombinasikan dengan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks yang dapat menolong memperlambat penyerapan gula sederhana tersebut oleh tubuh.
  • Ngemil Diantara Waktu Makan
    Bagi dan ratakanlah makanan anda sepanjang hari sehingga setiap kali makan tidak melampaui batas toleransi kemampuan pankreas untuk mensuplai insulin.
  • Lengkapi Dengan Serat
    Kacang polong, bekatul beras atau gandum, dan makanan-makanan lain yang mengandung banyak serat dapat menolong mengerem glukosa masuk ke dalam aliran darah. Serat tersebut juga akan menurunkan insulin bagi tubuh. 
Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Saturday, December 22, 2012

Mengenal Lebih Jauh Tentang Hepatitis

Hati Si Penderita Hepatitis

Hepatitis mungkin adalah salah satu dari sekian banyak nama penyakit yang sudah seringkali terdengar oleh telingan kita. Maka dari itu, kali ini Perpustakaan Kesehatan berniat untuk membahas lebih jauh tentang apakah hepatitis itu. Hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh adanya racun (toxin) seperti obat atau agen pemicu infeksi. Jika berbicara tentang penyakit, pasti ada penyebabnya. Penyebab dari penyakit hepatitis ini sendiri ialah virus khusus hepatitis atau karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning, serta infeksi sitomegalovirus. Sedangkan penyebab penyakit ini di luar virus lebih dikarenakan alkohol dan obat-obatan.

Hepatitis sama halnya dengan diabetes yang juga memiliki tipe. Adapun tipe dari penyakit ini diantaranya: Virus hepatitis A, Virus hepatitis B, Virus hepatitis C, Virus hepatitis D, Virus hepatitis E, dan Virus hepatitis G. sedangkan Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis, antara lain: Virus Mumps, Virus Rubella, Virus Cytomegalovirus, Virus Epstein-Barr, dan Virus Herpes.

Hepatitis, Penyakit Tak Bergejala Yang Mematikan 


Jika berbicara tentang tingkat kebahayaan penyakit yang satu ini, bisa disimpulkan bahwa Hepatitis adalah suatu penyakit yang menular dan membahayakan si penderita. Lebih bahayanya lagi, penyakit ini tak menimbulkan gejala aneh pada si penderita hingga penderitanya tak mengetahui bahwa ia sudah terjangkit, gejala baru terlihat pada tingkat penyakit yang sudah tinggi hingga sulit disembuhkan dan berujung pada kematian.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Rino A. Gani menyatakan pada Perpustakaan Kesehatan bahwa gejala spesifik dari penyakit hepatitis baru muncul setelah penyakit itu parah, kurang lebih 10 tahun mendatang dari saat pertama penyakit itu ada. Gejala awal dari penyakit ini-pun tidak bisa secara langsung dikorelasikan pada hepatitis hingga si penderita sulit membedakannya. Gejala awal yang berupa mual, lemas, lesu, dan mudah lelah itu kerap kali dipandang oleh kebanyakan orang sebagai penyakit ringan lantaran kelelahan saja, namun tanpa mereka sadari, bahaya hepatitis sebenarnya sedang mengintai.

Rino melanjutkan bahwa hanya dengan donor darah dan check-uplah semua misteri dari gejala itu bisa terpecahkan. Dalam jangka pendek, tentu hepatitis dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup si penderita. Sedangkan dalam jangka panjang, hepatitis dapat menyebabkan pengerasan atau penyusutan hati hingga tak dapat berfungsi lagi atau yang dikenal dengan nama sirosis hati.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Waspadalah! Diabetes Bisa Menyerang Siapa Saja

wapadai penyakit diabetes

Diabetes patut diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja, yang paling utama adalah karena gaya hidup pada saat ini yang makin modern bisa membuat kita lupa dan terlena akan hidup layaknya masyarakat perkotaan. Tak hanya diri kita sendiri, usia juga tak menentukan karena anak kita yang masih muda pun bisa menjadi salah satu korban dari penyakit diabetes karena penyebab diabetes ini sendiri kerap kali kita lakukan sebagai kebiasaan.

Dasarnya diabetes hanya dikelompokan menjadi dua kelompok, yakni Diabetes Tipe I yang terjadi sejak kecil karena cacat sejak lahir dan Diabetes Tipe II yang berkembang setelah dewasa sebagai akibat dari gaya hidup yang salah. Namun sebagian besar penderita diabetes adalah tipe II. Oleh karena itu desas - desus seputar penyakit diabetes bercirikan untuk tipe II saja.

Si penderita umumnya tak pernah menyadari bahwa dirinya sedang dalam bahaya besar karena gejalanya yang dianggap sebagai hal yang biasa saja. Gejala umumnya berupa rasa haus yang tidak wajar, sering buang air kecil dan penurunan berat badan yang tidak jelas usulnya. Kadang nafsu makan si penderita tetap wajar bahkan bisa saja merasa sering lapar. Pengendalian diabetes adalah dengan mengupayakan agar kadar gula darah menjadi normal sekitar 60-10 mg/dl(miligram per 100 mililiter). Dan yang ideal ukurannya adalah 80-109 ml/dl pada waktu puasa sebelum test darah dan 110-159 pada dua jam setelah makan. Tidak hanya itu pengontrolan kadar lemak juga perlu, yakni kolestrol total tidak boleh lebih dari 200 mg/dl dengan LDL kurang dari 130 mg/dl, dan HDL di atas 45 mg/dl, dan trigliserida di bawah 200 mg/dl. Intinya adalah dengan pengaturan makanan (diet), olah raga, dan menghindari stres.

Mengenal Pengetahuan Seputar Diabetes 


Diabetes adalah suatu penyakit, di mana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi. Sedangkan pada penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Oleh karena itu gejala ini sering disebut juga dengan gejala kencing manis.

Gangguan insulin tersebut juga berakibat berlebihnya kadar lemak di pembuluh darah arteri, sehingga komplikasi diabetes terctat sebagai penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Kadar gula yang menumpuk dalam pembuluh darah akan membuat darah menjadi kental dan alirannya melambat, sehingga mengakibatkan gangguan pada pasokan oksigen yang dibawah oleh darah.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

5 Aktivitas Pemicu Diabetes

Aktivitas Penyebab Diabetes

Diabetes Militus yang kerap dikenal dengan istilah kencing manis ini diambil dari bahasa Yunani yang secara harfiah diabetes berarti terus mengalir, maksudnya adalah air dalam tubuh yang terus mengalir keluar alias sering buang air kecil. Sedangkan Militus berarti madu atau manis. Jadi Diabetes Militus dapat dikonotasikan dengan air urine yang rasanya manis semanis madu.

Diabetes adalah suatu sindrom kekacauan metabolisme tubuh yang disebabkan karena unsur keturunan maupun lingkungan. Diabetes merupakan penyakit kronis yang paling banyak ditemukan di era ini. Pada tahun 2000 saja, menurut penelitian yang dilakukan oleh WHO mengatakan bahwa kira-kira 2,1% penduduk dunia menderita diabetes. Dan penduduk Indonesia yang menderita Diabetes menduduki peringkat keempat dengan jumlah penderita sebanyak 8,4 juta penduduk setelah India, China, dan Amerika Serikat. Berikut ini Perpustakaan Kesehatan akan memberitahukan 5 aktivitas penyebab Diabetes

1. Kurang Tidur 


Ternyata kualitas tidur juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh! Hal itu diperkuat dengan riset yang dilakukan oleh para ahli dari University of Chicago. Para ahli mengungkapkan jika tubuh kurang tidur selama tiga hari berturut-turut dapat membuat kemampuan tubuh dalam memproses glukosa jadi menurun drastis, jadi itu artinya resiko terserang Diabetes akan meningkat.

 2. Malas Beraktifitas Fisik 


WHO mengatakan bahwa jumlah penderita Diabetes di negara-negara di Asia akan naik hingga 90% dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Penyebabnya adalah mayoritas penduduk Asia lebih memilih naik motor ketimbang bersepeda. WHO menyimpulkan bahwa mereka yang sedikit melakukan aktifitas fisik mempunya resiko obesitas yang lebih tinggi dibanding mereka yang banyak melakukan aktivitas fisik misalnya bersepeda, berjalan kaki atau aktivitas lainnya.

 3. Sering Stres 


Jika kita sering merasa stress maka tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol. Tubuh kita sudah dirancang demikian rupa dengan tujuan yang baik. Namun, jika kadar gula terus menerus dipicu naik gara-gara stress yang berkepanjangan tanpa jalan keluar itu sama saja bunuh diri secara perlahan.

4. Kecanduan Rokok Dan Takut Kulit Menjadi Hitam


Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita membuktikan bahwa resiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Selain itu, Jurnal Perpustakaan Kesehatan menyatakan bahwa wanita dengan asupan vitamin D dan kalsium tinggi berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Ternyata selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik didapat dari paparan sinar matahari di pagi hari. Dengan membiasakan 20 menit terkena paparan sinar matahari dapat membuat kita tidak rentan terkena diabetes. jadi disarankan agar kita tidak terlalu takut akan hitam agar kulit kita bisa menjadi tameng bagi kekebalan tubuh pada penyakit diabetes ini sendiri.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

5 Konsumsi Penyebab Diabetes

Makanan Penyebab Diabetes

Penyakit diabetes yang sudah kita kenal dan sangat lumrah di kalangan masyarakat itu tentu memiliki sebab musabab. Dari beberapa sebab yang melatarbelakangi adanya penyakit itu, salah satu sebab diabetes itu diakibatkan dari makanan. Adapun makanan yang menjadi penyebab utama penyakit membahayakan ini akan diungkapkan secara lengkap oleh Perpustakaan Kesehatan seperti di bawah ini.

1. Teh Manis 


Asupan gula yang tinggi di dalam Teh Manis sudah jelas membuat kadar gula darah dalam tubuh kita melonjak tinggi hingga terkadang tak terkontrol. Belum lagi adanya kelebihan kalori yang semakin mendukung tubuh kita terkena resiko diabetes. Efek buruk dari Teh Manis itu bisa kita bayangkan dengan menghitung kandungan kalori dalam segelas teh manis, bayangkan buruknya jika segelas teh yang kita minum saja mengandung 250-300 kalori. Belum lagi kalori yang akan kita dapat dari tiga kali makan nasi beserta lauk pauk.

2. Gorengan. 


Makanan yang berbentuk kecil ini terkadang membuat kita merasa tidak cukup jika memakannya hanya satu saja. Pada kenyataannya, gorengan merupakan salah satu faktor beresiko tinggi dan memicu penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, diabetes, serta stroke. Mengapa demikian? Sebabnya adalah penyumbatan pembuluh darah koroner yang bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam darah karena berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak.

3. Pil Kontrasepsi. 


Mengkonsumsi kebanyakan pil kontrasepsi terkadang menyebabkan perubahan kadar gula darah karena terbuat dari kombinasi hormone estrogen dan progestin. Pil kontrasepsi bisa merubah kadar gula darah dalam tubuh lantaran cara kerjanya berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, maka pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

4. Soda 


Penelitian The Nurses Study II terhadap 51.603 menyatakan bahwa wanita berusia 22-44 tahun yang mengalami peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes akan melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda terlalu tinggi. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

 5. Camilan 


Kebanyakan orang mengira bahwa dengan membatasi makan siang atau malam maka hal itu bisa menghindarkan kita dari bahaya obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, maka perut terus diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis sejenisnya mengandung zat arang tinggi tanpa kandungan pangan yang memadai. Sementara itu, gula dan tepung di dalam camilan tersebut memiliki peranan besar dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Pakaian Dalam Bisa Lelehkan Lemak, Mungkinkah?

Pakaian dalam peluruh lemak

Pakaian Dalam banyak sekali dijumpai pada iklan-iklan sekarang ini. Mereka utamanya menawarkan pakaian dalam dengan menggunakan energi infra merah untuk membentuk tubuh yang ideal sesuai dengan impian semua kaum wanita dimana energi tersebut bisa melelehkan lemak yang berlebih di dalam tubuh hingga manfaatnya menyerupai program diet. Namun berbeda dalam pandangan seorang professor kesehatan masyarakat di La Trobe University Dr. Ken Harvey yang menganggap pakaian dalam ajaib tersebut sebagai Pseudoscience alias bersifat semu semata.

Ternyata anggapan Dr. Ken Harvey tersebut dibantah oleh Dr. Tim Nielsen pemilik perusahaan Brazcom Imports di Australia Selatan yang mana perusahaannya bergerak dalam pendistribusian pakaian dalam peluruh lemak Scala Shapewear. Bagi Dr. Tim Nielsen produk yang ia pasarkan itu memang pakaian yang mengandung “ActiveBioCrystals” yang mana kandungan tersebut memiliki kemampuan untuk memancarkan infra merah jarak jauh, yang bisa mengurangi tanda-tanda selulit karena melelehkan lemak dalam tubuh sehingga tak diherankan dalam iklan-iklan yang beredar saat sekarang ini mengatakan pakaian dalam tersebut sebagai pakaian ajaib.

Sisi Lain Yang Dihasilkan Sel-Sel Lemak 


Masih berbicara tentang lemak, rata-rata semua kaum hawa takut dengan yang namanya makanan belemak, karena dengan kandungan lemak yang cukup tinggi mereka khawatir tubuh mereka tidak akan ideal lagi. Tapi jangan mengira lemak itu hanya memberikan nilai negatif saja, lemak juga memberikan hasil yang positif. Sebuah penelitian sudah membuktikan bahwa sel-sel lemak bisa menghasilkan hormon yang dapat mengobati kanker pankreas. Dan kanker pankreas ini merupakan salah satu kanker yang dikenal sebagai kanker yang sangat sulit terdeteksi dan diobati, pastinya kanker tersebut juga sangat mematikan.

Sampai detik ini para ahli meninjau bahwa kanker pankreas hanya berkaitan erat dengan kebiasaan merokok, diabetes, dan indeks masa tubuh yang tinggi atau lebih dikenal dengan sebutan obesitas. Namun ternyata sel-sel lemak dalam tubuh juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan pertumbuhan sel-sel kanker tersebut.

Orang yang memiliki kanker pankreas masih ada harapan untuk sembuh yaitu dengan cara kemoterapi, radiasi dan pembedahan dengan syarat kanker tersebut terdeteksi lebih awal sehingga sel-sel kanker tidak menyebar ke seluruh tubuh. Tetapi hal itu yang menjadi kendala dari proses penyembuhan karena untuk mendeteksi adanya kanker pankreas ini sangatlah sulit karena seringkali tidak menimbulkan gejala.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»