Pages

Subscribe:
Showing posts with label hepatitis. Show all posts
Showing posts with label hepatitis. Show all posts

Sunday, February 10, 2013

Mengenal Hepatitis C

Mengenal Hepatitis C


Hepatitis C adalah infeksi yang menyerang organ hati. Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus hepatitis C atau HCV. Hepatitis C bisa mengakibatkan parut atau eskar pada hati, dan jika ini menahun bisa mengakibatkan sirosis. Bahkan beberapa kasus mengungkapkan jika orang yang mengalami sirosis juga mengalami gagal hati, kanker hati dan pembuluh yang membengkak di esofagus dan lambung yang bisa berdampak pada pendarahan hingga kematian.

Dari hasil laporan Perpustakaan Kesehatan, sekitar 130-170 juta orang di dunia menderita Hepatitis C. Obat-obatan standar untuk HCV ialah ribavirin atau penginterferon. Sekitar 50- 80 persen pasien yang diobati berhsil sembuh. Sedangkn untuk pasien sirosis atau kanker hatimungkin memerlukan transplantasi hati, namun pada umumnya virus ini baru muncul kembali setelah transplantasi. Untuk hepatitis C, belum ada vaksin sampai sekarang. Virus ini merupakan virus RNA yang berukuran kecil, bersampul, berantai tunggal, dengan sense positif. Penularannya bisa melalui penggunaan narkoba, dan melalui tranfusi darah.penyebab penularan virus ini memang belum diketahui secara pasti dari 20% kasus. Namum banyak kasus yang kemungkinan besar diakibatkan oleh IDU.

Gejala dan Tanda Hepatitis C


Hanya 15 persen saja dari semua kasus hepatitis C bru menunjukkan gejala kronis. Gejalanya pun terbilang ringan dn tidak kentara, termasuk penurunan nafsu makan, sakit kepala, letih,nyeri otot, dan menurunnya berat badan. Dan 80% penderita hepatitis C akan mengalami infeksi kronis. Hepatitis C menyebabkan sirosis dan kanker hati pada orang yang terinfeksi selam bertahun-tahun. Sekitar 10-30% orang yang menderita Hepatitis C lebih dri 30 tahun akan mengalami sirosis. Sirosis biasanya terjadi pada orang yang sudah terjangkit Hepatitis B dan HIV, pecandu alkohol, dan pada laki-laki. Orng yang terkena sirosis 20 kali lebih beresiko terkena kanker hati.

Sirosis hati bisa meneyebabkan tekanan darah yang tinggi pada hati, akumulasi cairan perut dan mudah memar dan berdarah. Meskipun jarang terjadi, hepatitis C juga bisa berkaitan dengan Sindrom Sjogren atau kelainan autoimum, kadar trombosit yang rendah, penyakit kulit kronis, diabetes dan limfoma non-hodgkin.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Saturday, January 12, 2013

Mengenal Tentang Hepatitis B

Mengenal Tentang Hepatitis B


Hepatitis adalah penyakit hati. Hal ini biasanya disebabkan oleh virus, meskipun juga dapat disebabkan oleh dampak dari pemakaian obat jangka panjang dari terlalu seringnya menggunakan atau mengkonsumsi alkohol atau racun yang berbentuk lainnya (racun).

Meskipun ada beberapa jenis hepatitis, hepatitis B adalah jenis yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui darah dan cairan tubuh. Hal ini dapat ditularkan melalui hubungan seks dan melalui jarum suntik. Selain itu, penyakit ini dapat tertular melalui orang yang membagi obatnya melalui intravena atau pengguna steroid yang memiliki virus ataupun jarum tato yang belum disterilkan. Seorang wanita hamil juga bisa menularkan hepatitis B kepada bayinya yang belum lahir atau masih dalam kandungan.

Gejala Hepatitis B dan Kemungkinannya 


Gejala yang mungkin terjadi pada seseorang dengan hepatitis B gejalanya mirip dengan yang disebabkan oleh infeksi virus lainnya, seperti flu misalnya, kelelahan, mual, kehilangan nafsu makan, demam ringan, dan muntah serta sakit perut atau nyeri di bawah tulang rusuk kanan dimana itu adalah tempat dari hati.

Hepatitis B juga dapat menyebabkan penyakit kuning, yang merupakan menguningnya kulit dan putih mata, serta dapat menyebabkan urin tampak kecoklatan. Namun, banyak orang terinfeksi hepatitis B tidak memiliki gejala sampai di kemudian hari, ketika komplikasi yang lebih serius seperti kerusakan hati.

Seseorang yang terkena hepatitis B mungkin memiliki gejala 2 sampai 5 bulan kemudian. Beberapa orang dengan hepatitis B tidak menyadari gejala sampai mereka menjadi lebih parah. Beberapa dari mereka memiliki gejala sangat sedikit atau sampai tidak ada sama sekali, tetapi bahkan seseorang yang tidak melihat adanya gejala tersebut masih dapat menularkan kemungkinan penyakitnya kepada orang lain. Beberapa orang bisa saja memilii kemungkinan untuk membawa virus dalam tubuh mereka dan serta bisa menularkan kepada orang lain selama sisa hidup mereka.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»  

Saturday, December 22, 2012

Mengenal Lebih Jauh Tentang Hepatitis

Hati Si Penderita Hepatitis

Hepatitis mungkin adalah salah satu dari sekian banyak nama penyakit yang sudah seringkali terdengar oleh telingan kita. Maka dari itu, kali ini Perpustakaan Kesehatan berniat untuk membahas lebih jauh tentang apakah hepatitis itu. Hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh adanya racun (toxin) seperti obat atau agen pemicu infeksi. Jika berbicara tentang penyakit, pasti ada penyebabnya. Penyebab dari penyakit hepatitis ini sendiri ialah virus khusus hepatitis atau karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning, serta infeksi sitomegalovirus. Sedangkan penyebab penyakit ini di luar virus lebih dikarenakan alkohol dan obat-obatan.

Hepatitis sama halnya dengan diabetes yang juga memiliki tipe. Adapun tipe dari penyakit ini diantaranya: Virus hepatitis A, Virus hepatitis B, Virus hepatitis C, Virus hepatitis D, Virus hepatitis E, dan Virus hepatitis G. sedangkan Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis, antara lain: Virus Mumps, Virus Rubella, Virus Cytomegalovirus, Virus Epstein-Barr, dan Virus Herpes.

Hepatitis, Penyakit Tak Bergejala Yang Mematikan 


Jika berbicara tentang tingkat kebahayaan penyakit yang satu ini, bisa disimpulkan bahwa Hepatitis adalah suatu penyakit yang menular dan membahayakan si penderita. Lebih bahayanya lagi, penyakit ini tak menimbulkan gejala aneh pada si penderita hingga penderitanya tak mengetahui bahwa ia sudah terjangkit, gejala baru terlihat pada tingkat penyakit yang sudah tinggi hingga sulit disembuhkan dan berujung pada kematian.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Rino A. Gani menyatakan pada Perpustakaan Kesehatan bahwa gejala spesifik dari penyakit hepatitis baru muncul setelah penyakit itu parah, kurang lebih 10 tahun mendatang dari saat pertama penyakit itu ada. Gejala awal dari penyakit ini-pun tidak bisa secara langsung dikorelasikan pada hepatitis hingga si penderita sulit membedakannya. Gejala awal yang berupa mual, lemas, lesu, dan mudah lelah itu kerap kali dipandang oleh kebanyakan orang sebagai penyakit ringan lantaran kelelahan saja, namun tanpa mereka sadari, bahaya hepatitis sebenarnya sedang mengintai.

Rino melanjutkan bahwa hanya dengan donor darah dan check-uplah semua misteri dari gejala itu bisa terpecahkan. Dalam jangka pendek, tentu hepatitis dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup si penderita. Sedangkan dalam jangka panjang, hepatitis dapat menyebabkan pengerasan atau penyusutan hati hingga tak dapat berfungsi lagi atau yang dikenal dengan nama sirosis hati.

Perpustakaan Kesehatan
readmore »»